Dosen Universitas Royal Ajarkan Pengendalian Perilaku Konsumtif akibat Fitur PayLater di SMK Swasta Amal Bakti

Di era digital saat ini, kemudahan bertransaksi telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Namun, dengan kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang perlu dihadapi, salah satunya adalah pengendalian perilaku konsumtif yang sering kali dipicu oleh fitur PayLater. Pada 25 April 2026, tim dosen dari Universitas Royal menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMK Swasta Amal Bakti untuk membekali siswa-siswi dengan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak, serta dampak dari penggunaan fitur PayLater dalam transaksi e-commerce.
Komitmen Universitas Royal dalam Pengabdian Masyarakat
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Royal dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengedepankan tema “Sosialisasi Pengendalian Perilaku Konsumtif Akibat Fitur PayLater pada Pengguna Transaksi E-Commerce”, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam hal literasi keuangan.
Tim Pengajar yang Berkompeten
Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Bela Astuti, S.E., M.M., bersama dengan anggota tim, yaitu Yori Apridonal M., M.Kom., dan Khairul Abdi Sinuraya, M.Kom. Dalam sesi ini, para dosen menjelaskan mengenai perkembangan transaksi digital yang pesat dan potensi dampak fitur PayLater yang banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Pemahaman tentang Fitur PayLater dan Risiko yang Ada
Dalam presentasinya, tim dosen menekankan bahwa meskipun PayLater menawarkan kemudahan dalam berbelanja melalui platform e-commerce, penggunaannya harus dilakukan dengan bijaksana. Tanpa pengelolaan yang tepat, fitur ini dapat mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan, terutama di kalangan remaja yang biasanya masih dalam proses belajar mengelola keuangan pribadi.
Strategi Mengendalikan Perilaku Konsumtif
Melalui sosialisasi ini, para peserta diberikan wawasan mengenai:
- Pentingnya literasi keuangan digital.
- Cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
- Risiko dari penggunaan PayLater secara berlebihan.
- Strategi untuk mengendalikan perilaku konsumtif.
- Cara mengelola keuangan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan bersifat interaktif, meliputi presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang mendapat sambutan positif dari para siswa.
Tujuan Kegiatan: Meningkatkan Kesadaran Keuangan
Bela Astuti, S.E., M.M., selaku ketua tim PKM, menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran di kalangan generasi muda agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya layanan keuangan digital. Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, siswa diharapkan dapat menghindari risiko utang konsumtif dan membuat keputusan finansial yang lebih bertanggung jawab di masa depan.
Antusiasme dan Partisipasi Siswa
Antusiasme siswa terlihat jelas dari tingginya partisipasi mereka sepanjang kegiatan berlangsung. Beragam pertanyaan mengenai penggunaan PayLater, manajemen keuangan, dan perilaku berbelanja digital muncul dalam diskusi, yang menambah kekayaan wawasan peserta. Keterlibatan aktif ini menunjukkan bahwa siswa sangat peduli dengan pengelolaan keuangan mereka.
Kontribusi Universitas Royal dalam Literasi Keuangan Digital
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Universitas Royal berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan pelajar. Dengan langkah ini, diharapkan dapat terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga kritis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital di era modern ini.
Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan finansial di masa depan. Melalui pengendalian perilaku konsumtif yang baik, mereka akan lebih siap untuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan pribadi.






