PRSU Ke-50 Sasar 300 Ribu Pengunjung untuk Mendorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Sumut

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 akan kembali hadir setelah dua tahun absen akibat pandemi, dan disiapkan untuk menjadi ajang yang tidak hanya merayakan keberagaman budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta pariwisata di daerah tersebut. Dengan target 300 ribu pengunjung selama 31 hari, dari 3 Juli hingga 2 Agustus 2026, event ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi lainnya.
PRSU Ke-50: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Anjungan Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Sulaiman Harahap, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, menjelaskan bahwa event ini memiliki potensi besar untuk memicu perputaran ekonomi. “Dengan target 300 ribu pengunjung, kita bisa mengharapkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian, terutama melalui kontribusi UMKM,” ungkapnya.
Event tahunan ini tidak hanya menjadi ajang pameran budaya, tetapi juga sebagai platform bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan produk dan inovasi mereka. Tema yang diusung tahun ini adalah “Harmoni Emas”, yang diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Sumut dan menumbuhkan semangat kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat.
Beragam Aktivitas dan Pertunjukan Menarik
PRSU ke-50 akan menyuguhkan berbagai kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Selain pameran budaya dan ekonomi kreatif, akan ada kompetisi tari kreasi dan tantangan media sosial yang terbuka untuk semua kalangan. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam merayakan keragaman seni dan budaya yang ada.
- Lomba tari kreasi
- Tantangan media sosial
- Pameran produk UMKM
- Penampilan artis lokal dan nasional
- Pertunjukan drone LED show pada acara pembukaan
“Acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari artis lokal dan nasional, di samping pertunjukan menarik seperti drone LED show yang akan menghiasi acara pembukaan,” tambah Sulaiman. Dengan demikian, tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi hiburan bagi masyarakat.
Pameran dan Layanan Publik yang Beragam
PRSU tidak hanya fokus pada pameran produk, tetapi juga menyediakan berbagai stand pelayanan dan kegiatan publik yang bermanfaat. Beberapa di antaranya adalah pojok pajak, stand kemudahan investasi, layanan donor darah, hingga layanan cek kesehatan rutin. Ini adalah upaya untuk menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan melibatkan 28 dari 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumut, PRSU ke-50 dijadwalkan akan melibatkan berbagai daerah dalam memeriahkan acara. Beberapa daerah lainnya masih dalam proses konfirmasi untuk berpartisipasi. Sulaiman juga menambahkan bahwa mereka tengah menunggu konfirmasi partisipasi dari negara sahabat, termasuk dari Konjen Malaysia yang telah menunjukkan ketertarikan untuk hadir dengan stand Pulau Penang.
Maskot PRSU: Representasi Satwa Khas Sumut
Tahun ini, PRSU memiliki maskot yang unik, yaitu orang utan, yang dipilih langsung oleh Gubernur Sumut, M. Bobby Afif Nasution. Pemilihan maskot ini tidak hanya sebagai simbol acara, tetapi juga sebagai representasi dari satwa khas yang ada di Sumatera Utara. “Maskot ini diharapkan dapat menarik perhatian pengunjung dan menjadi simbol pelestarian lingkungan,” jelas Sulaiman.
Dengan semua persiapan yang matang, PRSU ke-50 diharapkan dapat menjadi salah satu acara yang paling berkesan bagi masyarakat Sumut. Event ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga sebuah perayaan budaya yang akan menghubungkan berbagai elemen masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kesempatan untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif
PRSU ke-50 juga menjadi kesempatan emas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak luas. Dengan mengusung tema “Harmoni Emas”, event ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara budaya dan ekonomi. Masyarakat diharapkan dapat menikmati beragam produk lokal yang berkualitas dan inovatif.
Pameran ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan. Dengan adanya berbagai program pendukung, seperti pelatihan dan workshop, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih pesat dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
Strategi Pemasaran dan Promosi
Untuk mempromosikan PRSU ke-50, berbagai strategi pemasaran akan diterapkan. Penggunaan media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan pemasaran digital lainnya menjadi bagian dari rencana promosi. Hal ini diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak orang untuk berkunjung dan merasakan langsung pengalaman yang ditawarkan oleh PRSU.
Pihak penyelenggara juga akan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, seperti aplikasi mobile yang menyediakan informasi tentang acara, jadwal, dan lokasi stand. Dengan cara ini, pengunjung dapat merencanakan kunjungan mereka dengan lebih baik dan tidak melewatkan acara-acara menarik yang diselenggarakan.
Kesimpulan
PRSU ke-50 adalah sebuah event yang tidak hanya akan menjadi ajang promosi budaya dan produk lokal, tetapi juga sebagai momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Sumut. Dengan beragam kegiatan menarik dan partisipasi dari berbagai daerah, diharapkan acara ini dapat menarik perhatian 300 ribu pengunjung dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Mari kita sambut PRSU ke-50 dan rayakan keberagaman serta kreativitas Sumatera Utara!




